Just another free Blogger theme

Minggu, 18 Februari 2024

Tim KKI Keuskupan Ruteng (Ando Madias)

Ruteng, KIPPRA– Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Ruteng menggelar Weekend Tim Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Ruteng-Kerasulan Anak dan Remaja. Acara yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 17-18 Februari 2024, dilaksanakan di rumah keuskupan Ruteng, Leda. 

Sabtu, 17 Februari 2024

Rm. Benediktus Gaguk, Dirdios KKI Keuskupan Ruteng, membuka kegiatan dengan rekoleksi. Para peserta diajak untuk merenungkan bersama perikop Kitab Suci tentang Yesus yang memberkati anak-anak.(Mrk 10:13-16). Peserta mendapatkan inspirasi dari kata-kata, sikap, dan tindakan tokoh-tokoh yang terdapat dalam kisah tersebut tentang bagaiman bersikap dengan anak-anak. 

"Yesus yang menyapa anak dengan penuh kasih dengan memeluk dan memberkati mereka, kiranya menjadi teladan bagi kami dalam mendampingi anak" ungkap Anjeli dalam sesi syering pendalam sabda. 

Rm Beben Gaguk, pada bagian akhir, mengajak peserta untuk melihat bagaimana perikop Markus tersebut menyajikan pemenuhan Hak-Hak Dasar Anak. Dengan "memeluk dan meletakkan tanganNya" di atas anak-anak, Yesus ingin agar anak-anak "bertumbuh" dan  "berkembang" dalam cinta. Anak-anak dilindungi bahkan Yesus "marah" kepada para murid yang berusaha menghalangi mereka untuk berjumpa denganNya. "Memeluk dan merangkul" juga adalah bentuk "perlindungan" terhadap anak. Anak diberi kesempatan untuk "berpartisipasi" berjumpa degan Yesus. Yesus mau menunjukkan bahwa bukan saja orang dewasa yang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Yesus. 

Selanjutnya, Tim KKI mendesain program pastoral anak dan remaja 2024 berbasiskan isu-isu pendampingan anak di paroki masing-masing. Dari diskusi dan syering peserta, diidentifikasi  beberapa isu penting, seperti kurangnya minat anak laki-laki dalam kegiatan sekami, belum ada pendampingan khusus bagi anak-anak remaja (Sekar), masih banyak umat yang belum memahami sekami sebagai bentuk kerasulan anak dan remaja. Selain itu peserta juga mengharapkan adanya dukungan dari DPP, Kongregasi dan pastor paroki bagi karya kerasulan anak dan remaja.

Berdasarkan isu tersebut maka tim KKI merancang beberapa program strategis 2024. Adapun program tersebtu, antara lain, penyusunan modul sekami bagi remaja, membuat konten animasi dan promosi sekami, pelatihan animator dan animatris, dan membangun jejaring dengan Kementrian Agama di tiga kabupaten Se-Manggarai Raya, guna mengintegrasikan materi pembinaan mingguan sekami dalam pelajaran agama Katolik.

Agar program kerja dapat diimplementasikan dan dikoordinasikan secara efektif, maka anggota tim KKI dibagi dalam beberapa Divisi. Adapun divisi-divisi yang dibentuk, antara lain Liturgi, Kitab Suci, Media dan Publikasi, EcoKids, dan Perlindungan Anak.

Anggota Tim KKI, yang berasal dari beberapa paroki di kota Ruteng, merasakan manfaat dari perjumpaan ini bagi pastoral dan pendampingan anak ke depan.

“Dari kegiatan Weekend kemarin, saya merasa terdorong untuk menjadi pendamping yang lebih baik lagi dengan begitu banyak inovasi-inovasi serta hal-hal baru yang ditemukan“. Ungkap Hildegardis O. Angkut.

Anny, demikian sapaan dari pendamping sekami Paroki St Vitalis Cewonikit ini juga mengharapkan agar program yang dirancang bisa dijalankan sesuai dengan harapan. "Kiranya, Sekami semakin menjadi wadah untuk anak-anak agar bisa berkembang ke arah yang lebih baik. ”

Shela Kongen, pendamping sekami Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong mengharapkan perhatian yang serius dari gereja terhadap pastoral Anak dan Remaja. 

"Jika Sekami sebagai wadah pastoral anak, Gereja dengan segala yang ada di dalamnya, jangan tinggal diam. Gereja harus hadir di tengah anak-anak dengan segala persoalan dan situasi dan semoga KKI bisa menjadi jembatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang telah kami sampaikan, pada intinya untuk kita semua jangan pernah lelah melayani anak-anak" 

Minggu, 18 Februari 2024

Kegiatan hari kedua dibuka dengan perayaan Ekaristi. Perayaan ini dikemas dengan nuansa  ekologis, baik tempat pelaksanaan maupun renungannya, sebagai perwujudan Tahun Ekologi Integral 2024 Keuskupan Ruteng.

Berinspirasikan kisah Yesus yang berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun, RD Beben Gaguk, mengajak peserta untuk berani menaklukkan segala tawaran dan godaan kenikmatan yang berpotensi merusak lingkungan hidup. 

"Pola konsumsi pangan dan sayuran sehat, serta membangun habitus hemat energi adalah bentuk pertobatan ekologis. Dan kita pun diajak agar seluruh kegiatan pastoral anak ke depan memperhatikan aspek ekologis, misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, membawa botol minuman sendiri, dan juga mengurangi penggunaaan wadah air minum sekali pakai" pesannya.

Setelah perayaan ekaristi, peserta melakukan aksi penanaman pohon di kebun Keuskupan Leda.

Keseluruhan kegiatan diakhiri dengan Bedah Modul Sekami untuk usia Remaja. Bedah Modul ini bertujuan untuk melatih anggota Tim yang juga adalah pendamping Sekami, untuk mengembangkan Materi Sekami Mingguan secara kreatif dan dapat dipakai untuk semua jenjang usia, baik SD, SMP, maupun SMA. 

Melalui weekend ini, kiranya semangat kebersamaan dan komitmen dalam pelayanan pastoral menjadi menjadi ciri khas dari pembaruan tim KKI Keuskupan Ruteng.

“Harapannya agar tim yang telah terbentuk ini nanti secara rutin bertemu untuk mengeksekusi program yang telah dan akan  dibuat.” Ungkap RD Beben Gaguk selaku Dirdios KKI Keuskupan Ruteng.| Ermy Jihut.*


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 komentar:

Posting Komentar