Ruteng,
KIPPRA– Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Ruteng menggelar Weekend Tim Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Ruteng-Kerasulan Anak dan Remaja. Acara yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 17-18 Februari 2024,
dilaksanakan di rumah keuskupan Ruteng, Leda. Sabtu, 17 Februari 2024 Rm. Benediktus Gaguk, Dirdios KKI Keuskupan Ruteng, membuka kegiatan dengan rekoleksi. Para peserta diajak untuk merenungkan bersama perikop Kitab Suci tentang Yesus yang
memberkati anak-anak.(Mrk 10:13-16). Peserta mendapatkan inspirasi dari kata-kata, sikap, dan tindakan tokoh-tokoh yang terdapat
dalam kisah tersebut tentang bagaiman bersikap dengan anak-anak. "Yesus yang menyapa anak dengan penuh kasih dengan memeluk dan
memberkati mereka, kiranya menjadi teladan bagi kami dalam mendampingi anak" ungkap Anjeli dalam sesi syering pendalam sabda. Rm Beben Gaguk, pada bagian akhir, mengajak peserta untuk melihat bagaimana perikop Markus tersebut menyajikan pemenuhan Hak-Hak Dasar Anak. Dengan "memeluk dan meletakkan tanganNya" di atas anak-anak, Yesus ingin agar anak-anak "bertumbuh" dan "berkembang" dalam cinta. Anak-anak dilindungi bahkan Yesus "marah" kepada para murid yang berusaha menghalangi mereka untuk berjumpa denganNya. "Memeluk dan merangkul" juga adalah bentuk "perlindungan" terhadap anak. Anak diberi kesempatan untuk "berpartisipasi" berjumpa degan Yesus. Yesus mau menunjukkan bahwa bukan saja orang dewasa yang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Yesus. Selanjutnya, Tim KKI mendesain program pastoral anak dan remaja 2024 berbasiskan isu-isu pendampingan anak di paroki masing-masing. Dari diskusi dan syering peserta, diidentifikasi beberapa isu penting, seperti
kurangnya minat anak laki-laki dalam kegiatan sekami, belum ada pendampingan
khusus bagi anak-anak remaja (Sekar), masih banyak umat yang belum memahami sekami
sebagai bentuk kerasulan anak dan remaja. Selain itu peserta juga mengharapkan adanya
dukungan dari DPP, Kongregasi dan pastor paroki bagi karya kerasulan anak dan remaja.
Berdasarkan
isu tersebut maka tim KKI merancang beberapa program strategis 2024. Adapun program tersebtu, antara lain, penyusunan modul sekami bagi remaja, membuat konten animasi dan promosi sekami,
pelatihan animator dan animatris, dan membangun jejaring dengan Kementrian Agama di tiga kabupaten Se-Manggarai Raya, guna mengintegrasikan materi pembinaan mingguan sekami
dalam pelajaran agama Katolik. Agar program kerja dapat diimplementasikan dan dikoordinasikan secara efektif, maka anggota tim KKI dibagi dalam beberapa Divisi. Adapun divisi-divisi yang dibentuk, antara lain Liturgi, Kitab Suci, Media dan Publikasi, EcoKids, dan Perlindungan Anak.
Anggota Tim KKI, yang berasal dari beberapa paroki di kota Ruteng, merasakan manfaat dari perjumpaan ini bagi pastoral dan pendampingan anak ke depan.
“Dari kegiatan Weekend kemarin, saya
merasa terdorong untuk menjadi pendamping yang lebih baik lagi dengan begitu
banyak inovasi-inovasi serta hal-hal baru yang ditemukan“. Ungkap Hildegardis O. Angkut. Anny, demikian sapaan dari pendamping sekami Paroki St Vitalis Cewonikit ini juga mengharapkan agar program yang dirancang bisa
dijalankan sesuai dengan harapan. "Kiranya, Sekami semakin menjadi wadah untuk
anak-anak agar bisa berkembang ke arah yang lebih baik. ” Shela Kongen, pendamping sekami Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong mengharapkan perhatian yang serius dari gereja terhadap pastoral Anak dan Remaja. "Jika Sekami sebagai wadah pastoral
anak, Gereja dengan segala yang ada di dalamnya, jangan tinggal diam. Gereja
harus hadir di tengah anak-anak dengan segala persoalan dan situasi dan semoga
KKI bisa menjadi jembatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang telah
kami sampaikan, pada intinya untuk kita semua jangan pernah lelah melayani
anak-anak" Minggu, 18 Februari 2024 Kegiatan hari kedua dibuka dengan perayaan Ekaristi. Perayaan ini dikemas dengan nuansa ekologis, baik tempat pelaksanaan maupun renungannya, sebagai perwujudan Tahun Ekologi Integral 2024 Keuskupan Ruteng. Berinspirasikan kisah Yesus yang berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun, RD Beben Gaguk, mengajak peserta untuk berani menaklukkan segala tawaran dan godaan kenikmatan yang berpotensi merusak lingkungan hidup. "Pola konsumsi pangan dan sayuran sehat, serta membangun habitus hemat energi adalah bentuk pertobatan ekologis. Dan kita pun diajak agar seluruh kegiatan pastoral anak ke depan memperhatikan aspek ekologis, misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, membawa botol minuman sendiri, dan juga mengurangi penggunaaan wadah air minum sekali pakai" pesannya. Setelah perayaan ekaristi, peserta melakukan aksi penanaman pohon di kebun Keuskupan Leda. Keseluruhan kegiatan diakhiri dengan Bedah Modul Sekami untuk usia Remaja. Bedah Modul ini bertujuan untuk melatih anggota Tim yang juga adalah pendamping Sekami, untuk mengembangkan Materi Sekami Mingguan secara kreatif dan dapat dipakai untuk semua jenjang usia, baik SD, SMP, maupun SMA. Melalui weekend ini, kiranya semangat kebersamaan dan komitmen dalam pelayanan pastoral menjadi menjadi ciri khas dari pembaruan tim KKI Keuskupan Ruteng.
“Harapannya agar tim yang telah terbentuk ini nanti secara rutin bertemu untuk mengeksekusi program yang telah dan akan dibuat.” Ungkap RD Beben Gaguk selaku Dirdios KKI Keuskupan Ruteng.| Ermy
Jihut.* |
0 komentar:
Posting Komentar