|foto. Leonora
Dalam kegiatan ini, para kader Posnyandu, yang telah mengikuti pelatihan, mempraktikkan pengetahuan konseling kepada lima orang sasaran, yang terdiri atas 1 (satu) orang ibu hamil dan 4 (empat) orang tua dari anak yang berusia 0-2 tahun. Pada saat kunjungan ini, dua orang kader saling berbagi peran. Satu kader bertugas memberikan konseling dan yang lainnya berperan sebagai pengamat. Ada banyak hal yang dibagikan kader ketika melakukan konseling. Mereka memberikan edukasi terkait pentingnya diberi makanan sehat dan bergizi pada awal kehidupan atau anak dibawah usia 2 tahun yang amat mempengaruh pertumbuhan anak.
Konseling PMBA itu sendiri merupakan salah satu upaya percepatan perbaikan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan untuk mencapai kondisi gizi dan kesehatan yang baik pada ibu, bayi dan anak sejak usia dini. PMB merekomendasikan beberapa standar pemberian makanan yang baik dan tepat bagi bayi dan anak 0-24 bulan, seperti:
- Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah
lahir minimal selama 1 jam;
- Pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan;
- Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
sejak usia 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau
lebih.
Praktik
PMBA yakni IMD, ASI dan MPASI bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi dalam
mencegah stunting. IMD tidak hanya memberi manfaat secara fisiologis tetapi
juga psikologis baik untuk ibu maupun sang anak. IMD bisa membantu ibu untuk
merangsang keluarnya hormon-oksitosin yang menyebabkan kontraksi rahim
sehingga membantu keluarnya plasenta dan menghentikan
perdarahan. Sedangkan dengan IMD bayi akan mendapat ketenangan dan
kehangatan dari pelukan ibunya, serta mendapat kolostrum untuk antibodi.
Selain
itu, pemberian ASI selama 6 bulan secara eksklusif bermanfaat untuk tumbuh
kembang dan memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. Sejak
usia 6 sampai 24 bulan disarankan untuk memberikan MP-ASI yang tepat sesuai
usia, jumlah, frekuensi, tekstur, kebersihan, variasinya dan melanjutkan ASI
sampai dua tahun untuk tumbuh kembang optimal. MP-ASI dapat memanfaatkan pangan
lokal seperti ubi jalar, singkong, jagung, pisang.
Tidak
terbatas pada informasi terkait PMBA, para kader juga menjelaskan pentingnya
menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya awal meminimalisir
terjadinya berbagai persoalan yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan pada
anak utamanya stunting dan gizi kurang.
Penguatan Kapasitas
Kader Posyandu merupakan salah satu kegiatan dari program Pemenuhan Gizi yang
cukup bagi Anak, sekaligus memenuhi Hak Tumbuh-Kembang Anak. Melalui Program
yang dijalankan dalam kerja-sama dengan Wahana Visi Indonesia ini, Komisi
Kerasulan Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng berupaya untuk mengembangkan pastoral
Anak dan Remaja yang holistik- integral, yang menyentuh aspek spiritual dan
juga kesehatan fisik anak.|Leonora*

0 komentar:
Posting Komentar