Just another free Blogger theme

Selasa, 27 Februari 2024

 

                                                                        |foto. Leonora

Ruteng, KIPPRA- Senin, 19 Februari 2024, Tim Pastoral Anak KR bersama dengan Kader Posyandu dari Desa Poco Likang melaksanakan konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak tahap I bagi Ibu Hamil dan orang tua dari anak-anak yang berusia 0-24 bulan di Desa Poco Likang wilayah Paroki St. Klaus Kuwu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan Konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yang dilaksanakan pada awal bulan Februari 2024, di Rumah Ret-ret Wae Lengkas.

Dalam kegiatan ini, para kader Posnyandu, yang telah mengikuti pelatihan, mempraktikkan pengetahuan konseling kepada lima orang sasaran, yang terdiri atas 1 (satu) orang ibu hamil dan 4 (empat) orang tua dari anak yang berusia 0-2 tahun. Pada saat kunjungan ini, dua orang kader saling berbagi peran. Satu kader bertugas memberikan konseling dan yang lainnya berperan sebagai pengamat. Ada banyak hal yang dibagikan kader ketika melakukan konseling. Mereka memberikan edukasi terkait pentingnya diberi makanan sehat dan bergizi pada awal kehidupan atau anak dibawah usia 2 tahun yang amat mempengaruh pertumbuhan anak.

Konseling PMBA itu sendiri merupakan salah satu upaya percepatan perbaikan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan untuk mencapai kondisi gizi dan kesehatan yang baik pada ibu, bayi dan anak sejak usia dini. PMB  merekomendasikan beberapa standar pemberian makanan yang baik dan tepat bagi bayi dan anak 0-24 bulan, seperti:

  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir minimal selama 1 jam;
  • Pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan;
  • Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sejak usia 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.

Praktik PMBA yakni IMD, ASI dan MPASI bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi dalam mencegah stunting. IMD tidak hanya memberi manfaat secara fisiologis tetapi juga psikologis baik untuk ibu maupun sang anak. IMD bisa membantu ibu untuk merangsang keluarnya hormon-oksitosin yang menyebabkan kontraksi rahim sehingga membantu keluarnya plasenta dan menghentikan perdarahan. Sedangkan dengan IMD bayi akan mendapat ketenangan dan kehangatan dari pelukan ibunya, serta mendapat kolostrum untuk antibodi.

Selain itu, pemberian ASI selama 6 bulan secara eksklusif bermanfaat untuk tumbuh kembang dan memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. Sejak usia 6 sampai 24 bulan disarankan untuk memberikan MP-ASI yang tepat sesuai usia, jumlah, frekuensi, tekstur, kebersihan, variasinya dan melanjutkan ASI sampai dua tahun untuk tumbuh kembang optimal. MP-ASI dapat memanfaatkan pangan lokal seperti ubi jalar, singkong, jagung, pisang.

Tidak terbatas pada informasi terkait PMBA, para kader juga menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya awal meminimalisir terjadinya berbagai persoalan yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan pada anak utamanya stunting dan gizi kurang. 

Penguatan Kapasitas Kader Posyandu merupakan salah satu kegiatan dari program Pemenuhan Gizi yang cukup bagi Anak, sekaligus memenuhi Hak Tumbuh-Kembang Anak. Melalui Program yang dijalankan dalam kerja-sama dengan Wahana Visi Indonesia ini, Komisi Kerasulan Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng berupaya untuk mengembangkan pastoral Anak dan Remaja yang holistik- integral, yang menyentuh aspek spiritual dan juga kesehatan fisik anak.|Leonora*



Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 komentar:

Posting Komentar