Just another free Blogger theme

Jumat, 08 Desember 2023

 

“Terasa getaran dalam dada. Ya, mirip dengan syair lagu “Inikah Cinta”nya ME, grup music 90-an. Kalau dipikir-pikir, benar juga. Di mana ada perjumpaan di situ ada getaran Cinta. Hal itu nyata dalam perayaan Ulang Tahun Paroki Kristus Raja Pagal. Anak dan Orang tua “berjumpa: karena dan untuk cinta di medan permainan”.

*Yuliana S. Matur/Tim Pastoral Anak Keuskupan Ruteng

otret Anak-anak SEKAMI Paroki Kristus Raja Pagal bersama Pastor Paroki, Pastor Kapelan, DPP dan Para Pendamping SEKAMI
Potret Anak-anak SEKAMI Paroki Kristus Raja Pagal bersama Pastor Paroki, Pastor Kapelan, DPP dan Para Pendamping SEKAMI (Riani Matur)

Tidak seperti minggu-minggu yang lain, di mana anak Sekami Paroki Pagal berkegiatan di ruangan yang biasa mereka gunakan untuk bermain, berdoa, bercerita dan bernyanyi bersama. Hari ini beda. Mereka berbondong-bondong menuju halaman SDK Pagal I, tak menggubris mendung menaungi kota kecil mereka yang dingin dan sejuk ini. Karena, mendung tak berarti hujan, bukan? Tak cuma itu. Yang bikin beda lagi, adalah tidak hanya anak-anak. Kedua orang tua pun turut hadir, menenteng botol minuman, memegang snack, bahkan memikul “ransel kecil Hello Kitty. Tidak ada rasa malu. Semuanya untuk anak! Siapa repot?

***

Pater Abba,OFM (Riani Matur)

“Bukan berarti diskriminatif” kata Pastor Paroki, Pater Abba OFM. “Kita yang dewasa ini hampir setiap minggu, bahkan setiap hari berpesta dan bergembira ria. Biarlah perayaan Ulang Tahun Paroki kali ini, anak-anak yang bersukaria” tambah pastor Fransiskan tersebut.

Benar apa yang sampaikan Pater Abba. Perayaan Gerejani, termasuk Ulang Tahun Paroki, hendaknya tidak saja diisi dengan syukuran, “makan-makan” dan “goyang-goyang”. Perayaaan  gerjani dan acara-acara di Paroki juga mesti melibatkan anak, dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dalam seluruh kegiatan. Mereka diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kreativitasnya masing-masing. 

Mengisi waktu untuk kerja-kerja kreatif dan mengembangkan kreativitas sesuai bakat masing-masing bagi anak, tentu bukan hal yang mudah saat ini. Pelan tapi pasti, ruang dan waktu anak untuk bermain dan bersosialisasi semakin sempit dan berkurang. Ketika halaman kampung semakin dipenuhi oleh infrastruktur dan perumahan yang padat, demikian halaman rumah oleh garasi serta bangunan lainnya, anak-anak akhirnya terkurung dalam rumah.

Anak-anak saat ini tak luput dari paparan teknologi digital. Saban hari, anak bergaul dengan game-game di Gadget-nya. Tak menggubris dunia di sekeliling; orang tua, teman-teman, bahkan tugas-tugas sekolah yang semestinya mereka kerjakan. Melek digital itu baik. Menjadi tidak baik, kalau sebagian besar waktu anak “dipenuhi” dan “dipapar” dengan aplikasi dan informasi dari internet. Bukankah aktivitas dan gerak fisik itu juga diperlukan dan bahkan penting?

Bermain memiliki fungsi dan manfaat bagi anak, yaitu dapat mengasah keterampilan fisik, kreativitas, kepribadian, serta dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan dalam diri anak. Selain itu dengan bermain dapat menstimulasi indera anak dan menjadi sarana untuk dapat mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Kesadaran itulah yang menggerakan Pendamping Sekami, OMK Paroki dan Pastor Paroki Kristus Raja Pagal untuk merancang Perayaaan Hari Ulang Tahun Paroki Pagal yang ke-84 dengan kegiatan-kegiatan anak. Perayaan ulang tahun yang dilaksanakan pada setiap Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ini diselenggarakan selama dua hari, 25-26 November 2023.

***

“Anak-anak perlu belajar mencintai lingkungan” kata Peter Unggas, Pendamping Sekami sekaligus Ketua OMK Paroki Pagal. ” Mungkin kita tidak harus ajak mereka naik ke bukit untuk menanam pohon atau penghijauan di mata air. Membersihkan lingkungan dengan gerakan memungut sampah adalah pembelajaran praktis bagi mereka untuk mencintai lingkungan” tambahnya.


Sabtu, 25 November 2025, Anak-anak Sekami bersama OMK memenuhi jalanan, halaman rumah dan lingkungan gereja. Tak cuma bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aksi pungut sampah yang dilakukan oleh anak-anak dan orang muda ini juga merupakan bentuk promosi.Secara tidak langsung mereka ingin mengajak orang tua dan kaum dewasa untuk mengupayakan lingkungan yang bersih dan sehat.

 ***

Minggu, 26 November 2023. Anak-anak bersukaria dan bergembira ria. Mereka menikmati setiap permainan dengan penuh sukacita. Gelak tawa tak tertahan sepanjang permainan. Sukacita yang asli, tanpa kepalsuan, tanpa dibuat-buat. Juga ada saat di mana wajah-anak tampak serius dan tegang. Sekalipun lebih mengedepankan unsur hiburan, tetapi semangat kompetitif untuk menjadi pemenang juga tak bisa dipungkiri dari jiwa kehidupan anak-anak.

“Mengasah kecerdasan kinestetik anak serta melatih kepercayaan diri anak” demikian Ibu Rian, pendamping Sekami Paroki Pagal, mengomentari Lomba Lari Karung yang diikuti anak-anak.

Anak-anak juga dilatih kekompakaan dan kerja-sama melalaui lomba Estafet air. Mereka duduk berkelompok. Setiap kelompok berbaris duduk, air yang telah dituang didalam baskom diberikan ke anggota kelompok tanpa berbalik badan dan memberikannya melawati atas kepala, air tidak boleh sampai jatuh. Selanjutnya, peserta yang berada di paling belakang akan menerima air dan berlari ke depan untuk disimpan.

“Lomba ini melatih kami untuk kompak, harus cepat dan bisa bekerja sama.” Kata Juan, anggota Sekami Paroki Pagal.

***

Orang-tua tak berpangku tangan. Tak henti-hentinya mereka bersorak sepanjang permainan. Anak mana yang tidak bangga melihat kedua orang tua hadir, dan mau “bermain bersama”. Kedua orang tua hadir memberikan apresiasi. Yang menang dipeluk-peluk. Yang kalah ditepuk-tepuk. Dukungan orang tua dalam setiap kegiatan yang diminati dapat mendorong setiap anak untuk lebih percaya diri dan berani berkompetisi.

Tak cuma melibatkan anak-anak. Tim Panitia pun mengikutsertakan orang-tua dalam perlombaan. Bapa menggendong Mama, lalu berlari menurtu garis finish. Romantis, bukan? Kali ini anak-anak yang menjadi “tim support”; berlari, jingkrak-jingkrak, berteriak mendukung “papa-mama” nya bermain bersama. Tidak ada rasa kecewa. Yang menang dipeluk-peluk. Yang kalah ditepuk-tepuk.

Permainan Bakiak selanjutnya menguji kekompakan keluarga. Bapa-Mama-Anak di satu media permainan. Langkah kaki mereka harus kompak sampai di garis finish. Ada yang berhasil sampai, ada pula yang harus tumbang di tengah jalan. Tak ada “saling marah” saat jatuh. Mereka saling membantu untuk melanjutkan permainan. So sweeeet lah.

***

Perayaan Ulang Tahun Paroki Pagal berlangsung sehari, bahkan tidak sampai setengah sehari pula. Tetapi sukacita dan kegembiraannya terbawa terus dalam cerita-cerita di meja makan keluarga, teristimewa di ruang ingatan dan kenangan anak-anak.

Kegiatan Anak dan Orang-tua yang diselenggarakan oleh Tim Pastoral Anak Paroki Pagal ini adalah implementasi Program Paroki Ramah Anak. Paroki Pagal, dalam upaya menciptakan lingkungan yang mengupayakan kesejahteraan, pemenuhan Hak anak serta perlindungan anak, mendapat dukungan dari Tim Pastoral Anak Keuskupan Ruteng, dalam kerja-sama dengan Wahana Visi Indonesia.

***

Gereja Keuskupan Ruteng sendiri, dalam Sinode III KR, berkomitmen untuk menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Untuk itu, gereja mesti memiliki kebijakan dan program yang menjawab kebutuhan dan situasi anak, mendukung dan terlibat dalam kegiatan anak, termasuk memberikan dukungan finansial. Gereja juga mengusahakan agar Lingkungan dan Komunitas Basis Gerjani (KBG) menjadi ruang bagi anak untuk bertumbuh, berpartisipasi dan mendapatkan Perlindungan. (Bdk. Dokumen Sinode III KR,166-174) 

Dengan demikian, “Semua anak bersukacita karena haknya terpenuhi, terlindungi dari kekerasan dan berpartisipasi dalam kehidupan Gereja dan masyarakat serta turut serta, sebagai pelopor dan pelapor, menciptakan lingkungan yang mengupayakan kesejahteraan anak” *


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 komentar:

Posting Komentar